Berita Hawzah – Maulana Ishaq Madani, Ketua Dewan Tinggi Majelis, menyebutkan kongres besar haji sebagai simbol besar persatuan umat Islam di seluruh dunia dan menyerukan persatuan yang komprehensif di kalangan umat Islam.
Beliau menekankan bahwa dengan adanya potensi dan kemampuan yang luas di dunia Islam, kekurangan persatuan yang sempurna menyebabkan melemahnya sendi-sendi umat Islam dan memungkinkan musuh-musuh untuk menembus barisan umat Islam. Persatuan adalah obat bagi banyak masalah di dunia Islam saat ini.
Ketua Dewan Tinggi Majelis Global Pendekatan Mazhab Islam menyebutkan perintah pemimpin Tertinggi Revolusi Islam untuk membentuk Majelis Global Pendekatan Mazhab Islam, yang merupakan langkah besar dalam mencapai persatuan Islam. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menekankan lebih lanjut pentingnya persatuan di masyarakat Muslim.
Beliau menambahkan bahwa dalam situasi di mana media asing terus-menerus berusaha menciptakan perpecahan dan perpecahan di antara mazhab Islam, tugas ulama dan cendekiawan Islam untuk melawan rencana-rencana ini menjadi semakin berat, dan tidak boleh membiarkan orang asing melakukan ketidakadilan dan penindasan terhadap sebagian dari umat Islam.
Selanjutnya, Syeikh Khalil Afra, seorang ulama Ahlussunnah, menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan menyebutkan bahwa Allah SWT telah menyerukan dalam lebih dari delapan puluh ayat Al-Qur'an kepada orang-orang beriman untuk berpegang teguh pada tali Allah dan menghindari perpecahan.
Beliau menambahkan bahwa umat Islam berkumpul dalam kesempatan-kesempatan keagamaan seperti shalat harian, shalat Jumat, hari raya Islam, dan upacara haji, dan selalu memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kemuliaan dan kejayaan kepada umat Islam.
Beliau menyebutkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Konferensi Persatuan Islam dan Palestina di Malaysia adalah untuk membela rakyat Palestina yang tertindas dan berusaha untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, dan membantu rakyat Gaza.
Selain itu, Hujjatul Islam dan Muslimin Muhammad Hasan Zamani, anggota dewan pengawas Masyarakat Islam, menyebutkan bahwa potensi besar dunia Islam dapat dilihat dari adanya lebih dari dua miliar umat Islam dan sumber daya manusia dan alam yang luas, yang menunjukkan bahwa umat Islam layak mencapai posisi yang lebih tinggi di dunia saat ini.
Beliau menambahkan bahwa pembantaian umat Islam oleh rezim Zionis dan reaksi yang tidak memadai dari negara-negara Islam menunjukkan kelemahan dalam solidaritas dan tekad umat Islam; kelemahan yang harus diatasi dengan persatuan dan tindakan bersama.
Your Comment